Mereka selalu mencari siapa pemimpin kelompoknya dan Andalah pemimpin dari kelompoknya bukan sebaliknya.
Our Trainer | Our Trainer |
|
|
|
| Ditulis oleh Senior Trainer | |
|
Perkenalkan Senior Trainer kami Herman, yang juga pencetus berdirinya NON FORCE SYSTEM Dog Training Club. Herman telah memenangkan beberapa pertandingan Karya Guna Nasional yang diadakan oleh Perkin, diantaranya adalah Juara 2 jaga madya Maret 2007, Juara 2 Anjing Pintar di Cibubur September 2007 dan terakhir Juara 3 jaga madya 16 Maret 2008 di IPTN Bandung. Pada saat ini Herman memfokuskan diri pada pelatihan ketangkasan anjing (dogs' agility training) dan perbaikan psikologis anjing (dogs' behaviour improvement). Latar Belakang Pada awalnya dia bukanlah orang yang suka dengan anjing, apalagi setelah dia melihat langsung adik perempuannya digigit oleh seekor Doberman dewasa. Namun pada tahun 2006, disaat mengalami depresi berat dan berada di airport Hongkong, dia terinspirasi saat membaca sebuah artikel menarik yang mengatakan "the best therapy for depression is to have a dog". Kemudian Herman membeli anjing pertamanya Chito, Labrador hitam betina, dimana dia mulai melatihnya secara otodidak dan ternyata berhasil! Anjing tersebut dapat melakukan perintah sederhana seperti Sit, Come, Down dan Rolling. Tidak puas dengan hanya sekedar melatih anjing keluarga, dimulailah misi pencarian program pelatihan anjing yang lebih dari itu. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Bapak Liman dari Blackheads's Kennel untuk belajar bagaimana melatih anjing dan disini jugalah dia bertemu dengan anjing proteksi yang bernama Oscar Von Griya Gembala , yang setia menemani Herman sampai dia terlepas dari masa depresinya. Saat ini Oscar telah wafat, namun "petualangan Herman dan Oscar" telah mengajarkan Herman banyak hal, dengan menjalani kegiatan demi kegiatan bersama Oscar dan bertemu orang-orang baru, Herman belajar menjadi lebih sabar, lebih bisa bersosialisasi, berpikir positif dan yang paling banyak Herman pelajari adalah bagaimana dia harus percaya terhadap sesama. Kembali pada alasan ketidaksukaan Herman pada anjing, akhirnya dia menyadari bahwa tidak ada anjing yang salah, tetapi pada kebanyakan kasus terjadi miscommunication. Ini dikarenakan adanya perbedaan bahasa antara anjing dan manusia, dan dengan metode pelatihan yang benar, niscaya perbedaan itu dapat dijembatani dengan baik. Metode pelatihan yang kami terapkan adalah pelatihan sambil bermain dan kami percaya bahwa dengan metode dan teknik pelatihan yang fun, pemilik akan melihat perubahan positif dalam diri anjing kesayangannya dalam waktu singkat. Salam Hormat,
|
| Our Club |
| Our Programs |
| Our Members |
| Articles |
| Electronic Collar Training |
| Our Tips & Tricks |
| Discussion Forum |
| Shop With Us |
| Our Dogs |
| Testimonials |
| Ask Vet |
| Buy or Sale |
| Download |
| Private Room |